Kemenko PMK — Berdasarkan penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2021, jumlah buku bacaan di seluruh perpustakaan umum yang ada di Indonesia sebanyak 28.512.996 eksemplar. Jumlah tersebut, masih sangat kurang mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. 

Mengacu kepada standar yang telah ditetapkan oleh International Federation of Library (IFLA), jumlah koleksi buku perpustakaan umum tercukupi apabila rasio jumlah koleksi buku dua kali jumlah penduduknya. 

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi mengatakan bahwa Literasi tidak hanya dipahami sebagai kegemaran membaca, namun juga pada spektrum peningkatan pengetahuan yang berdampak pada peningkatan inovasi dan kreativitas. Oleh sebab itu dibutuhkan buku sebagai referensi dalam meningkatkan pengetahuan, inovasi, dan kreativitas masyarakat 

“Kemenko PMK bersama pemangku kepentingan terkait telah menyusun Peta Jalan Pembudayaan Literasi. Peta Jalan Pembudayaan Literasi tersebut memberi arah dan pedoman bersama lintas pemangku kepentingan dalam pembudayaan literasi demi mewujudkan masyarakat yang multiliterat,” ujarnya saat memberikan arahan pada Rapat Pengembangan Peran Pelaku Perbukuan dalam Peningkatan Budaya Literasi dan Pembangunan Karakter Masyarakat di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (21/4). 

Deputi Didik juga menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk pembudayaan literasi yaitu pengembangan ekosistem perbukuan yang sehat. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan mutlak dilakukan untuk membangun ekosistem perbukuan tersebut.

“Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan sistem perbukuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara menyeluruh dan terpadu sehingga menghasilkan buku yang bermutu, murah, dan merata bagi seluruh masyarakat,” jelasnya. 

Selain itu, pemerintah perlu melakukan intervensi kebijakan yang mengatur persaingan usaha menjadi lebih sehat dan merata dikalangan para penerbit buku di Indonesia sehingga mendukung pertumbuhan industri perbukuan di masa mendatang. Pembinaan, pengembangan kapasitas, ajang apresiasi bagi pelaku perbukuan perlu dilaksanakan untuk menciptakan ekosistem perbukuan yang kondusif.

Tags:

Categories:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *